Banyak kandidat memahami bahwa menindaklanjuti itu penting, tetapi tidak yakin cara mengirim email follow up setelah wawancara tanpa terdengar memaksa atau tidak profesional.
Email follow up bukanlah pengingat atau tuntutan untuk jawaban. Ini adalah pemeriksaan profesional yang memperkuat minat dan menjaga komunikasi tetap terbuka.
Apa Itu Email Follow Up (dan Apa yang Bukan)
Email follow up berbeda dari email terima kasih. Email terima kasih mengungkapkan penghargaan tak lama setelah wawancara. Email follow up memeriksa status setelah beberapa waktu berlalu.
Jika Anda masih memutuskan apakah akan menindaklanjuti sama sekali, lihat haruskah saya mengirim email follow up setelah wawancara .
Langkah 1: Konfirmasikan Ini Waktu yang Tepat
Sebelum berfokus pada cara mengirim email follow up setelah wawancara, pastikan cukup waktu telah berlalu.
Dalam kebanyakan kasus, menunggu lima hingga tujuh hari kerja sudah tepat. Untuk panduan waktu terperinci, lihat kapan mengirim email follow up setelah wawancara .
Langkah 2: Gunakan Baris Subjek yang Jelas dan Profesional
Baris subjek Anda harus langsung dan netral. Hindari urgensi atau bahasa emosional.
- Follow Up Wawancara – Manajer Pemasaran
- Menindaklanjuti Percakapan Wawancara Kami
- Follow Up Wawancara
Langkah 3: Buka Dengan Konteks
Mulai email Anda dengan mengingatkan penerima siapa Anda dan kapan Anda diwawancarai. Buat ini singkat.
Ini membantu perekrut yang mengelola banyak kandidat sekaligus.
Langkah 4: Periksa Status dengan Sopan
Inti dari email follow up adalah pertanyaan yang penuh hormat. Hindari frasa yang menyiratkan frustrasi atau hak.
Nada Anda harus ingin tahu dan profesional, bukan menuntut.
Langkah 5: Tegaskan Kembali Minat Anda
Secara singkat nyatakan kembali minat Anda pada peran tersebut. Ini memperkuat motivasi tanpa mengulangi seluruh promosi Anda.
Satu kalimat biasanya sudah cukup.
Langkah 6: Tutup Dengan Sopan Santun Profesional
Akhiri email dengan penghargaan atas waktu dan pertimbangan mereka. Gunakan penutup profesional dan nama lengkap Anda.
Haruskah Anda Menindaklanjuti Lebih dari Sekali?
Dalam kebanyakan kasus, satu email follow up sudah cukup. Jika tidak ada tanggapan, follow up kedua setelah satu minggu lagi mungkin dapat diterima.
Lebih dari dua follow up bisa tampak berlebihan.
Kesalahan Umum Email Follow Up
- Mengirim email terlalu dini
- Terdengar tidak sabar atau frustrasi
- Menulis pesan yang panjang atau emosional
- Mengabaikan jadwal yang dinyatakan interviewer
Bagaimana Jika Anda Tidak Menerima Tanggapan?
Kurangnya tanggapan tidak selalu berarti penolakan. Jadwal perekrutan sering berubah karena faktor internal.
Terus melamar di tempat lain sambil tetap profesional.
Pemikiran Terakhir tentang Cara Mengirim Email Follow Up Setelah Wawancara
Memahami cara mengirim email follow up setelah wawancara membantumu tetap terlibat tanpa melewati batas profesional.
Follow up yang jelas dan penuh hormat mencerminkan kepercayaan diri, kesabaran, dan keterampilan komunikasi yang kuat.
Panduan Terkait
- Haruskah Saya Mengirim Email Follow Up Setelah Wawancara?
- Kapan Mengirim Email Follow Up Setelah Wawancara
Ingin feedback yang disesuaikan pada pesan follow up Anda? Jelajahi platform simulasi wawancara kami untuk panduan praktis yang lembut dan templat siap pakai.







